Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Fungsi dari Indra Peraba



 Indra peraba adalah indera yang digunakan untuk mengenali objek tertentu dengan kulit kita. Indra taktil, dari sudut pandang teknis, bukanlah indra tunggal, tetapi kombinasi dari beberapa. Ada saraf terpisah di kulit yang mendeteksi apakah ada sesuatu yang dingin, panas, atau jika kita merasakan tekanan, nyeri, sentuhan ringan, atau bahkan sentuhan kasar. Ada ribuan saraf dalam tubuh manusia yang dirancang khusus untuk berfungsi mengidentifikasi apa yang kita rasakan di luar tubuh manusia, dan saraf ini tidak tersebar secara merata ke seluruh tubuh. Saraf sentuhan ringan memiliki ujung berbentuk bohlam memanjang, sedangkan saraf yang bertanggung jawab untuk merespons sensasi dingin memiliki ujung berbentuk bohlam tebal; yang merekam panas memiliki bentuk seperti kawat bengkok, dan saraf untuk tekanan dalam memiliki ujung berbentuk telur. Namun, reseptor nyeri tidak memiliki selubung pelindung. Saraf sensorik didistribusikan secara merata ke seluruh tubuh; Untuk setiap 6,5 cm2 kulit, terdapat sekitar 8 reseptor untuk dingin, 50 untuk hangat, 100 untuk sentuhan dan sekitar 800 untuk nyeri. Kepekaan suatu titik tertentu pada tubuh bergantung pada bagian yang dimaksud dan bagaimana reseptor kasar apa pun dikelompokkan di tempat tertentu itu, dan lokasi sensasi tertentu bergantung pada konsentrasi ujung saraf yang dibutuhkan di daerah tersebut. Sensasi dingin dan panas tersebar luas di tubuh, sementara tekanan, sentuhan ringan, dan nyeri bisa sangat terlokalisasi. Indra taktil adalah salah satu dari lima indera, bersama dengan pengecap, penciuman, pendengaran dan penglihatan. Ini adalah indera yang bertanggung jawab atas persepsi rangsangan yang mempengaruhi permukaan luar tubuh manusia, yang melaluinya otak menerima informasi tentang lingkungan. Organ utama indera peraba adalah kulit.

 
Apa yang dimaksud dengan indra peraba?

Oleh karena itu, indra taktil adalah indra yang memungkinkan pengenalan karakteristik fisik tertentu dari objek, seperti kekerasan dan bentuk, yang bersentuhan dengan permukaan luar tubuh (kulit dan selaput lendir yang berkomunikasi dengan bagian luar).

Transmisi indra peraba dari permukaan luar tubuh ke otak dimungkinkan melalui mekanisme yang kompleks, yang berasal dari sel yang sangat terspesialisasi untuk tujuan ini, ini menjadi reseptor taktil. Yang terakhir adalah organ kecil, masing-masing dengan karakteristik dan kemampuannya sendiri: sel Meissner, cakram Merkel, sel Pacini, sel Golgi-Mazzoni. Reseptor taktil hadir dengan kepadatan yang sangat tinggi di kulit wajah dan tungkai atas, memberikan di area ini kepekaan tubuh tertentu, sementara di tungkai bawah dan tulang belakang hadir dalam jumlah kecil.

 

Sensasi sentuhan dapat menghadirkan berbagai jenis perubahan, baik kuantitatif maupun kualitatif. Pada kelompok pertama, mereka dibedakan oleh hypoaesthesia (pengurangan sebagian atau total kepekaan dalam berbagai bentuknya) dan hyperesthesia (peningkatan kepekaan terhadap impuls saraf normal). Atmosfer termasuk dalam kelompok kedua disestesia, kelainan yang ditandai dengan gangguan indra peraba. Perubahan ini biasanya merupakan gangguan yang bergantung pada saraf tepi atau organ sistem saraf pusat, yang pada gilirannya dipicu oleh penyebab traumatis, virus, metabolik, atau inflamasi.

Apa fungsi indra peraba?

Indra taktil bertanggung jawab untuk mengenali karakteristik fisik tertentu dari objek (kekerasan, bentuk) yang bersentuhan dengan permukaan luar tubuh, memungkinkan otak menerima informasi tentang apa yang mengelilingi kita.

sumber foto :  freepik.com

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Fungsi dari Indra Peraba"